Dosen PBI UNILAM Ikuti Program Mobilitas Akademik Internasional di Malaysia dan Thailand

Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM) terus membuka peluang bagi dosen untuk mengembangkan wawasan dan menjalin kerja sama di tingkat internasional. Salah satunya ditunjukkan melalui keikutsertaan Nurul Afiyattena, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dalam International Academic Mobility Program 2026 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand pada 8–12 Oktober 2026.

Program yang diselenggarakan oleh Indonesian Multidisciplinary Lecturer Community (IMLC) ini menghadirkan sejumlah agenda akademik, mulai dari kolaborasi penelitian (research collaboration), penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kuliah tamu (guest lecturer), hingga berbagi pengetahuan (knowledge sharing) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Peserta juga mengikuti kegiatan kunjungan budaya (cultural visit) untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan keberagaman budaya di negara yang dikunjungi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah perguruan tinggi turut terlibat, di antaranya City University Malaysia, INTI International University Malaysia, dan Songkhla Rajabhat University di Thailand. Pertemuan dengan perguruan tinggi mitra ini menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan pengembangan pembelajaran.

Bagi Nurul, keikutsertaan dalam program ini menjadi pengalaman berharga untuk memperluas perspektif sebagai dosen, terutama dalam melihat perkembangan pendidikan dan peluang kolaborasi lintas negara. Ia menilai, hubungan yang terbangun melalui kegiatan semacam ini perlu ditindaklanjuti agar tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi institusi.

Salah satu hal yang turut menjadi perhatiannya adalah pentingnya pembelajaran English for Specific Purposes (ESP), yakni pembelajaran bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kebutuhan bidang keahlian tertentu. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya dibutuhkan untuk percakapan sehari-hari, tetapi juga untuk menunjang komunikasi profesional sesuai dengan bidang yang ditekuni.

Bidang seperti keperawatan (nursing), pariwisata (tourism), seni dan fesyen (art and fashion), serta bisnis dan manajemen (business and management) membutuhkan pembelajaran bahasa Inggris yang relevan dengan situasi kerja masing-masing. Karena itu, pendekatan ESP dinilai penting untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia profesional yang semakin luas.

Nurul juga melihat kegiatan kolaborasi penelitian, konferensi internasional, dan berbagi pengetahuan sebagai kesempatan untuk mempertemukan gagasan dari berbagai latar belakang akademik. Melalui diskusi dan pertukaran pengalaman, para dosen dapat menemukan peluang penelitian bersama, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperluas kontribusi dalam publikasi ilmiah.

Selain agenda akademik, kunjungan budaya di Malaysia dan Thailand memberikan pengalaman tersendiri. Mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat secara langsung membantu peserta memahami bahwa pendidikan bahasa tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan budaya. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting, khususnya dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkomunikasi secara efektif di lingkungan yang beragam.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat dibagikan kepada rekan dosen dan mahasiswa di lingkungan UNILAM. Menurutnya, wawasan internasional akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan penelitian, dan berbagai aktivitas akademik di kampus.

Keikutsertaan Nurul Afiyattena dalam International Academic Mobility Program 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas jejaring kerja sama Universitas La Tansa Mashiro dengan perguruan tinggi di luar negeri. Ke depan, peluang yang telah dijajaki diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Artikel ini sudah dilihat sebanyak 8 kali

Berbagi ke Sosial Media