Workshop Kurikulum Berbasis OBE: Penguatan Kualitas Lulusan melalui Pendekatan Capaian Pembelajaran

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, telah dilaksanakan Workshop Penyusunan Kurikulum Program Studi berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada tanggal 9–11 Maret 2026 di Rangkasbitung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis institusi dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan terbaru, sekaligus menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Megandarisari, M.Pd. dan Andrian Nirmansah, S.Psi, yang memberikan pemaparan komprehensif terkait penyusunan kurikulum berbasis OBE. Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta pengelola program studi yang berperan aktif dalam pengembangan kurikulum di lingkungan institusi.

Materi yang disampaikan dalam workshop mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan kurikulum, di antaranya pemahaman kerangka Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) 2024, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mengacu pada SN-Dikti dan KKNI, serta penyusunan struktur mata kuliah yang terintegrasi dan berbasis capaian pembelajaran.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah penyusunan profil lulusan yang berbasis data. Profil lulusan tidak hanya dirumuskan secara konseptual, tetapi juga didasarkan pada hasil tracer study alumni serta masukan dari pengguna lulusan di dunia industri. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kompetensi yang dirancang benar-benar relevan, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Selain itu, peserta juga dibimbing dalam tahapan penyusunan kurikulum secara sistematis, mulai dari penetapan visi keilmuan program studi, perumusan profil lulusan dan CPL, pemilihan bahan kajian, pembentukan mata kuliah, hingga penyusunan struktur kurikulum yang komprehensif.

Pendekatan OBE yang diterapkan dalam workshop ini menekankan pada ketercapaian hasil belajar yang terukur, dapat diamati, serta berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Selain itu, workshop ini juga mengintegrasikan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap program studi mampu menghasilkan dokumen kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga responsif terhadap dinamika kebutuhan zaman. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan memiliki kompetensi yang unggul, adaptif, serta siap bersaing di dunia kerja.

Artikel ini sudah dilihat sebanyak 32 kali

Berbagi ke Sosial Media